"Berat dan terasa sangat berat, ini masih belum terjawab. Dan setelah bertarung dengan gejolak kesadaran secara perlahan aku kembali membuka mataku. Setelah kedua mataku terbuka dan aku tersadar penuh karena genggaman erat tangan ibu dengan lantunan doa yang menyebut namaku terdengar jelas. Kulihat sekeliling yang membuatku mengangis dan meneteskan air mata sebagai tanda bersalah"
teriakkanku lenyap dalam kebisingan pesta yang kacau ini. Mereka yang berpesta adalah kumpulan brandalan kota yang sangat sarat dengan kebrutalan, termasuk aku diantaranya merupakan orang-orang yang sudah terbiasa dalam suasana acuh tanpa memikirkan orang disekitar. Besar di pusat kota adalah kesalahan terbesar buatku. Karena mental yang tidak dapat berdiri dengan tegak membuatku dengan ringannya terbawa arus modernisasi yang merayap dalam setiap pergaulan anak-anak muda seperti aku. Ditemani sebotol minuman beralkohol yang kugenggam erat ditangan kiriku kucoba untuk berteriak sekali lagi “pelankan musik itu…” namun hasilnya masih sama saja, keacuhan benar-benar merajai suasana. Wajar saja dari tadi aku coba berteriak agar musik itu dikecilkan, karena dering telepon genggamku yang sudah berulang kali berbunyi karena panggilan dari ibu dirumah. Ia pasti cemas tentunya karena sampai larut malam ini aku belum pulang kerumah. Dalam kesadaranku yang tinggi aku coba melangkahkan kaki untuk menjauhkan diri dari kekacauan ini. Sampai alunan musik dengan bit drum yang cepat tersebut sudah tak terdengar lagi, lalu keberanikan diri untuk mengangkat telepon dari ibu. “Mama aku masih dijalan sebentar lagi pulang” ini adalah alasan klasik yang biasa kugunakan ututk menjawab teleponnya setiap malam. Namun hembusan nafas lega atas kegelisahannya tadi adalah buah dari kebohongan seorang brandalan sepertiku. Perbuatanku seperti meletakkan noda di atas kertas, yang bukan hanya mengotori kertas tersebut namun juga menyengsarakan penulisnya. Melupakan sejenak kebohongan tersebut aku kembali menikmati pesta sambil menikmati alunan musik melodic dengan dansa persaudaraan atau disebut dengan pow go oleh komunitas punk lokal di kota ini. Semua ini adalah hal yang biasa kulakukan setiap hari diakhir pekan selain berkumpul bersama teman-teman pada hari-hari biasa. Karena pengertian dari idealisme jalanan yang kutau dari mereka telah memikat diriku tentang arti kebebasan. Setelah paham tersebut menguasaiku, hanya sejenak waktu yang kusisakan buat ibu dan adikku dirumah. Dan setelah semua terlewati keadaan ini meninggalkanku pada perasaan menyesal atas semuanya. Namun biarlah kesalahan mengajarkanku pada jalan kebenaran dan mengerti arti dari kebersamaan yang sebenarnya.
Senin, 28 Februari 2011
Subhanallah
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.29
Subhanallah sungguh kata-kata yang amat bagus untuk di ucapakan. Bagaimana tidak, banyak hal yang nampak disekitar kita yang belum Qta ketahui. Ntah itu berbentuk benda ataupun sesuatu yang sungguh menakjubkan. bayangkan apa mungkin Qta bisa membayangkan tentang kuasa ilahi yang menciptakan manusia dari tanah, begitu mulia manusia di bandingkan makhluk Allah yang lain. Contoh lain, pernahkah kalian membayangkan apa yang ibu kita rasakan saat mengandung, melahirkan dan merawat kita. Sungguh pengorbanan seorang ibu yang amat mulia. Akankah semua hal itu akan membuat Qta sadar atau tidak, itulah segelintir contoh dalam kehidupan sehari hari. semoga Qta dapat mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada Qta.
Senin, 31 Januari 2011
IBU
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.36
Kau selalu di sampingQ setiap saat
selalu mengerti keadaan
Selalu mengerti apa yang Qta butuhkan
Akankah itu semua bukti kasih sayanknya kepada Qta
Tanpa beliau Qta tidak bisa jadi begini
Pengorbanan yang tidak dapat di hitung
Akankah Qta bisa membalasnya
Tapi kenapa
Saat Qta banyak masalah
beliau yang selalu Qta salahkan
ingatkah kalian saat Qta di lahirkan dulu
Betapa sakitnya menahan rasa sakit yang di rasakan
Pernahkah kalian merasakan apa yang di rasakan beliau
Saat Qta masih bayi dan menangis dalam dekapannya
Taukah kamu apa yang ibu lakukan pada Qta
Ibu selalu membuat Qta senang agar Qta tidak menangis
Saat Qta mengetahui Ibu sedang sibug membersihkan rumah
Tapi apa yang Qta lakukan
Melihat, membiarkan
Atau malah membetaknya
Semoga Qta tidak seperti itu
Tapi menjadi anak yang solikhah N berbakti pada ortu
selalu mengerti keadaan
Selalu mengerti apa yang Qta butuhkan
Akankah itu semua bukti kasih sayanknya kepada Qta
Tanpa beliau Qta tidak bisa jadi begini
Pengorbanan yang tidak dapat di hitung
Akankah Qta bisa membalasnya
Tapi kenapa
Saat Qta banyak masalah
beliau yang selalu Qta salahkan
ingatkah kalian saat Qta di lahirkan dulu
Betapa sakitnya menahan rasa sakit yang di rasakan
Pernahkah kalian merasakan apa yang di rasakan beliau
Saat Qta masih bayi dan menangis dalam dekapannya
Taukah kamu apa yang ibu lakukan pada Qta
Ibu selalu membuat Qta senang agar Qta tidak menangis
Saat Qta mengetahui Ibu sedang sibug membersihkan rumah
Tapi apa yang Qta lakukan
Melihat, membiarkan
Atau malah membetaknya
Semoga Qta tidak seperti itu
Tapi menjadi anak yang solikhah N berbakti pada ortu
Senin, 24 Januari 2011
Kisah Anak Yatim Yang Mencari Syafaat
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.08
Dikisahkan, seorang salaf berkata, “Dahulu aku adalah seorang yang tenggelam dalam berbagai macam perbuatan maksiat dan mabuk-mabukan. Pada suatu hari aku menemukan seorang anak yatim yang miskin. Lalu aku ambil anak yatim itu dan aku berbuat baik kepadanya.
Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan ia sampai bersih semua kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya, bahkan lebih. Malamnya aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah tiba. Aku dipanggil menuju hisab. Kemudian aku diperintahkan untuk masuk neraka karena banyaknya dosa dan maksiat yang aku kerjakan.
Malaikat Zabaniyyah menyeretku untuk memasukkanku ke dalam neraka. Saat itu aku merasa kecil dan hina di hadapan mereka. Tiba-tiba anak yatim itu menghadang di tengah jalan sambil berkata, ‘Tinggalkan ia wahai malaikat Rabb-ku! Biarlah aku memintakan syafaat untuknya kepada Rabb-ku! Dialah yang dulu telah berbuat baik kepadaku, telah memuliakanku!’
Malaikat berkata, ‘Tetapi aku tidak diperintahkan untuk itu.’ Sekonyong-konyong terdengar seruan dari Allah, firman-Nya, ‘Biarkan dia, sungguh Aku telah mengampuninya dengan syafaat anak yatim itu dan kebaikannya kepadanya!’ Lalu aku terbangun dan aku pun bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla, dan saya terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yatim.”
Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan ia sampai bersih semua kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya, bahkan lebih. Malamnya aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah tiba. Aku dipanggil menuju hisab. Kemudian aku diperintahkan untuk masuk neraka karena banyaknya dosa dan maksiat yang aku kerjakan.
Malaikat Zabaniyyah menyeretku untuk memasukkanku ke dalam neraka. Saat itu aku merasa kecil dan hina di hadapan mereka. Tiba-tiba anak yatim itu menghadang di tengah jalan sambil berkata, ‘Tinggalkan ia wahai malaikat Rabb-ku! Biarlah aku memintakan syafaat untuknya kepada Rabb-ku! Dialah yang dulu telah berbuat baik kepadaku, telah memuliakanku!’
Malaikat berkata, ‘Tetapi aku tidak diperintahkan untuk itu.’ Sekonyong-konyong terdengar seruan dari Allah, firman-Nya, ‘Biarkan dia, sungguh Aku telah mengampuninya dengan syafaat anak yatim itu dan kebaikannya kepadanya!’ Lalu aku terbangun dan aku pun bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla, dan saya terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yatim.”
Bunda
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.04
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Ratapanku (OST Sinetron Bintang Untuk Baim)
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.01
Dimana rumahMu Tuhan Maha Esa
Tempat papa tidur disampingMu Tuhan
Kata bunda aku bisa jumpa dia
Papa di rumah Tuhan
Kini tinggal kita yang masih terbangun
Baik buruk hidup masih terlewati
Hujan ku berhenti sebentar saja
Ku mau bicara
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
Dimana rumahMu Tuhan Maha Esa
Tempat papa tidur disampingMu Tuhan
Kata bunda aku bisa jumpa dia
Papa di rumah Tuhan
Kini tinggal kita yang masih terbangun
Baik buruk hidup masih terlewati
Hujan ku berhenti sebentar saja
Ku mau bicara
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
Tempat papa tidur disampingMu Tuhan
Kata bunda aku bisa jumpa dia
Papa di rumah Tuhan
Kini tinggal kita yang masih terbangun
Baik buruk hidup masih terlewati
Hujan ku berhenti sebentar saja
Ku mau bicara
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
Dimana rumahMu Tuhan Maha Esa
Tempat papa tidur disampingMu Tuhan
Kata bunda aku bisa jumpa dia
Papa di rumah Tuhan
Kini tinggal kita yang masih terbangun
Baik buruk hidup masih terlewati
Hujan ku berhenti sebentar saja
Ku mau bicara
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
Biar Tuhan dengar ratapan hatiku
Aku berjanji menjaga bunda
Dari keras hidup dengarkanlah ratapanku
ummi
Diposting oleh
Laila Syafira Az Zahra
di
18.00
Ummi yaa lahnan a'syaqohu
wanasyidan dauman ansyuduhu
Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati... 2x
Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani... 2x
Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy... 2x
wanasyidan dauman ansyuduhu
Fikulli makanin adzkuruhu
wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati... 2x
Allohu ta'aala aushoni
fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani... 2x
Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy... 2x
Langganan:
Postingan (Atom)
